Tak sanggup kata terucap. Tak tahu arah bahkan tujuan. Hampa terasa itu semua. Bahkan mereka bilang diam itu emas. tapi apakah dengan diam itu tidak ada tindakan ?? ............
Terkadang merasa seperti sendiri. Terkadang merasa tak ada teman. Dan terkadang merasa diabaikan. Padahal sebenarnya akulah yang menjauh. Akulah yang mengabaikan meraka. Perhatian meraka. Salam dan senyum sapa mereka. Maafkan aku kawan...

Minggu, 25 Juli 2010

Beasiswa Kuliah Mahasiswa S1 dari BCA Finance

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-65 dan disertai dengan motivasi kuat untuk turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, BCA Finance kembali menawarkan program beasiswa kuliah bagi mahasiswa program s1 selama kuliah (maksimal 8 semester). Pada tahun lalu, BCA Finance telah memberikan beasiswa penuh bagi 20 mahasiswa s1 berprestasi. Tahun 2010 ini, BCA Finance akan menyalurkan beasiswa kuliah untuk 35 mahasiswa berprestasi yang kurang mampu dalam ekonomi. Program beasiswa ini dinamakan “Beasiswa BCA Finance 2010“.

Tiga puluh lima mahasiswa yang akan menerima beasiswa ini akan mendapatkan bantuan SPP maksimal Rp1.000.000 ditambah uang saku sebesar Rp1.000.000 per semester sejak dinyatakan sebagai penerima beasiswa kuliah BCA Finance sampai dengan maksimal semester 8. Mahasiswa yang bisa mengikuti program beasiswa ini adalah mahasiswa yang telah menempuh semester 2 (mahasiswa tingkat 2).

Persyaratan lengkap dan dokumen yang harus dipenuhi oleh pelamar beasiswa antara lain:

  • Mahasiswa/i program S1 yang telah menempuh semester 2
  • Mengisi formulir beasiswa
  • IPK minimal 3,00 dengan melampirkan transkrip nilai terakhir
  • Melampirkan surat keterangan tidak mampu dari Institusi yang berwenang pada daerah sesuai KTP mahasiswa berasal
  • Melampirkan fotokopi KTP dan kartu tanda mahasiswa
  • dua lembar pas foto berwarna ukuran 4×6
  • Melampirkan surat keterangan dari kampus dengan menerangkan besarnya biaya SPP atau biaya mata kuliah per SKS
  • Melampirkan nama perguruan tinggi berserta kota pada sudut kiri atas amplop
  • Tidak sedang menerima beasiswa dari mana pun

Dokumen yang diperlukan tersebut harus dikirimkan via pos ke alamat:
PT BCA Finance
Up. Corporate Planning
Wisma BCA Pondok Indah Lt. 8
Jl. Metro Pondok Indah No. 10
Jakarta 12310

Paling lambat 24 September 2010 (Cap pos)

Daftar nama penerima beasiswa akan kami umumkan pada tanggal 22 Oktober 2010 melalui Website BCA Finance : www.bcafinance.co.id

Penerima beasiswa terpilih akan diundang ke Kantor Pusat BCA Finance di Jakarta selama dua hari untuk mengikuti acara “Meet & Greet” berupa ramah tamah dengan pihak Manajemen BCAF, tour de office, dan konferensi pers. Biaya transportasi dan akomodasi sepenuhnya ditanggung oleh BCA Finance.

Keputusan hasil penerima beasiswa adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Proses penyaringan akhir dilaksanakan oleh tim seleksi BCA Finance.

Batas akhir penerimaan berkas aplikasi beasiswa: 24 September 2010
download formulir beasiswa BCA Finance 2010



Beasiswa Kuliah Mahasiswa S1 dari BCA Finance

Rabu, 17 Maret 2010

Pengumuman Beasiswa dari Ciptadent tahun 2010

Masih banyak ribuan anak bersemangat yang ingin terus sekolah!
Ciptadent, pasta gigi keluarga Anda selamatkan siswa-siswi SD-SMP berprestasi agar terus brani unjuk gigi.
Ayo, Rekomendasikan siswa disekitar anda!!!

Caranya, kirimkan :

* Fotokopi rapor terakhir (dilegalisir)
* Fotokopi lembar nilai dari sekolah (dilegalisir)
* Fotokopi kartu pelajar anak yang direkomendasikan
* Fotokopi KTP bagi yang merekomendasikan
* 1 kemasan Ciptadent ukuran dan variant apa saja

kirim ke :
PO BOX CIPTADENT BRANI UNJUK GIGI JKT 13220 atau masukan ke KOTAK UNDIAN di toko terdekat

SYARAT & KETENTUAN :

* Siswa SD dan SMP yang masuk ranking 20 besar.
* Setiap orang dapat merekomendasikan siswa sebanyak-banyaknya
* Jumlah pemenang sebanyak 1000 orang
* Hadiah berupa tabungan
* Beasiswa akan dibagikan keseluruh wilayah di Indonesia
* Pajak pemenang akan ditanggaung oleh Ciptadent
* Promo ini tidak berlaku bagi karyawan PT SAYAP MAS UTAMA, PT WINGS SURYA, PT LION WINGS dan biro iklannya beserta keluarga.

Informasi Lebih Lanjut
Klik di sini

Jumat, 12 Maret 2010

Pelajaran dalam perjalanan

Siang yang begitu panas tiba-tiba berubah menjadi berawan tebal.. Angin yang semula santai menyentuh kulitku dengan santun dan halus kini berubah menjadi kencang yang tak bersahabat. Dingin dan mencekam. "Ahhhh...." Dalam batin kuucapkan. Namun apa boleh buat, memang setiap perubahan ini telah diaturNya. Aku hanya bisa menerimanya.

Kuusap keningku yang tadinya penuh dengan keringat. Yah, karena aku tadi lari dengan terburu-buru. Rutinitas biasa, terlambat untuk mengejar kereta yang datang. Tak seperti biasanya yang aku selalu ada teman. Kini aku berangkat sendirian saja. Biasanya santai, tapi kini terburu-buru karena aku sudah telat.. "Huft kebiasaan buruk mulai lagi" Pikirku.. Begitu susah menghapus kebiasaan buruk itu. Yah, malas, itulah hal yang biasa kulakukan. Sering mengulur-ulur waktu karena kadang masih ada waktu lain untuk mengerjakannya.

Kesendirian kulalui di dalam kereta. Hanya celingukan kiri-kanan yang bisa kulakukan. Berharap akan ada teman yang bisa kutemukan di sana. Ah... ternyata tidak. tak seorang teman kutemukan. Kebetulan waktu itu kereta baru berjejal penumpang. Apa boleh buat. Aku berdiri sepanjang perjalanan.

Kuingat-ingat pesan kakakku "Teruslah kamu berdoa sepanjang jalan. Sungguh Allah bersamamu dan akan memberikan kelapangan padamu". Hanya itu yang bisa kulakukan. Andai ada teman, mungkin aku takkan kesepian.

Sambil menatap jauh di luar, aku mendengar sebuah suara alunan lagu jalanan. Yah, siapa lagi kalau bukan pengamen. Itulah yang selalu kulihat dalam kereta itu. Kadang anak kecil, kadang orang dewasa, kadang orang cacat, dan... ahhh banyak sakali. Bingung kadang ak melihatnya. Tak kuasa mata ini memandang gerak mereka yang begitu sabar. Sabar menerima keadaan mereka. Berat hati ini untuk terima semua ini. Kadang aku berpikir "Mengapa mesti seperti ini ?? Kenapa begitu jauh jarak pisah mereka ?? Apa yang mereka lakukan di atas sana ? Tidakkah mereka tahu apa yang terjadi di sini ? Tidakkah mereka paham nasib orang itu ??"

Sepanjang jalan aku hanya bisa diam dan membisu. Hanya ucapan maaf yang bisa kuberikan pada mereka. Dan secercah senyum yang dibalasnya dengan senyuman pula.
Dalam hati aku berkata "Betapa sabar hati mereka menerima semua ini. Betapa hebat jiwa mereka yang masih mau berusaha meski kekurangan nampak dalam diri mereka. Sedang aku ? Sedang apa aku ini ? Berdiri diam tanpa arti. Seperti patung yang tak bernyawa dan bernyali."
Tak pernah kulihat keluh kesah dalam diri mereka. Tapi aku, dengan segala nikmat yang telah diberikanNya aku masih selalu mengeluh. Masih selalu merasa kurang. Ah Begitu serakahnya diriku dengan kenikmata yang semu..

Waktu terus berjalan. Tak terasa 7 stasiun telah kulewati. Dan aku harus turun. Sampai luar stasiun kususuri jalan yang begitu ramai. Yah, berjejal mobil-mobil pribadi, angkutan umum, baik mikrolet, bus, metromini, bajai, maupun ojek yang selalu mangkir di pinggir jalan menunggu penumpang dan menawarkan diri. Santai saja aku melewati hiruk pikuk kendaraan itu. Jalan kususuri dengan berjalan kaki melalui trotoar sempit. Udara berdebu kadang berhembus, membuatku terbatuk-batuk. Sejauh setengan kilometer aku berjalan dari stasiun itu salah satu terminal kecil kucapai. Melalui kejauhan nampak macet kendaraan yang begitu panjang. Angkutan umum telah mengantri di pinggiran untuk berangkat. Mondar-mandir sana-sini. Itulah angkot yang ada. Membuat jalur macet karena seenaknya saja berhenti. Bahkan surat peringatan petugas lalu lintas pun tak dapat mengubah kebiasaannya.

Kunaiki salah satu metromini yang sudah siap berangkat agar aku tidak menunggu terlalu lama. Setelah cukup padat penumpang, akhirnya jalan juga. Huft "Panas sekali" pikirku. "Mana tak ada angin, penumpang penuh, udaranya berdebu lagi." Cukup lama dalam antrian keluar terminal, akhirnya keluar juga. Melewati sebuah tanjakan tinggi, flyover dapat kulihat betapa banyak antrian angkutan umum yang ada di terminal tadi. Puluhan bahkan mungkin lebih dari seratus angkutan kecil sejenis mikrolet dan lebih dari 50 bus. Hmmm banyak sekali...

Sepanjang jalan masih kuingat-ingat kata kakakku tadi. "Harus berdoa". Maka itu kulakukan terus di sana. Dalam angkutan, meskipun mata selalu celingukan kesana-kemari melihat sekitar yang begitu ramai. Macet. Bunyi klakson kendaraan berlomba-lomba menyegerakan para pengendara untuk segera maju. Yahhhh inilah kebisingan kota ini. Tak sebagaimana cerita kawanku di negeri sakura. Satu kalimat yang aku benar benar ingat " Tak usah aku bunyikan klakson. Tak usah pula aku berteriak-teriak untuk menyegerakan. Saatnya nanti akan tiba giliranku untuk melaluinya". Bahkan d negeri yang lain, begitu besar penghormatan pengendara kepada para pejalan kaki. mereka dipersilahkan untuk menyeberang terlebih dahulu, baru kendaraan lewat setelahnya.
Sungguh bangga bila negeri ini punya adat yang seperti itu.

HIngga akhir perjalanku hanya satu yang bisa ku tahu dari itu. Kesabaran itu benar-benar mahal harganya. Tak terhitung betapa besar karuniaNya dengan kesabaran.
"Sungguh Allah bersama orang-orang yang sabar"
dan
"Maka setelah kesulitan akah ada kemudahan"

Saudaraku semua, mungkin ini secuil untaian kata dari pengalaman dalam rantauan. Aku tidak tahu bagaimana cara menuliskannya. Dan aku juga tidak tahu bagaimana cara membuat alur cerita yang indah. Kritik dan sarannya ya...

18 Februari 2010
Kala pagi datang dengan cekaman dingin yang menghujam

Kamis, 11 Maret 2010

Beasiswa Departemen Teknik Mesin Universitas Indonesia


Beasiswa DTM-UI

DTM-UI memberikanpenawaran beasiswa untuk 4 tahun kuliah kepada beberapa mahasiswi setiap tahun-nya, yang berhasil diterima di Departemen Teknik Mesin program studi Teknik Mesin. Dengan persyaratan sebagai Berikut :
  • Warga negara Indonesia
  • Belum Menikah
  • Tidak mendapatkan beasiswa yang akan memberikan manfaat sama

DTM -UI juga Memberikan Fast-Track Program For Graduate Students Mechanical Engineering Department, Faculty of Engineering, University of Indonesia Fast-Track Program is now available for :

  1. Graduates of Mechanical engineering Department, Faculty of Engineering, University of indonesia year 2008/2009, graduates of the odd semester of 2009/2010, or undergratuade students graduating on even semester of 2009/2010.
  2. Undergraduate students of Mechanical Engineering Department, Faculty Engineering, University of Indonesia graduating on odd semester 2010/2011.
  3. Undergraduate students of Mechanical Engineering Department, Faculty Engineering, University of Indonesia graduating on even semester 2010/2011.
Informasi lebih lanjut
Klik di sini